3 Kiat Menyisihkan Dana Pribadi untuk Modal Usaha

Nah, apa saja yang harus dipenuhi sebelum Anda menyisihkan dana untuk modal? Simak penuturan perencana keuangan Lutfi Trizki SE, MM, RFA, berikut ini:

1. Dana darurat untuk keluarga. Perhitungannya, jika Anda memilik 1 – 2 anak, dana darurat yang harus disiapkan sebesar enam kali pengeluaran rumah tangga. “Jika Anda berniat untuk memulai usaha, besaran dana darurat yang harus disiapkan adalah setara jumlah pengeluaran selama 9 – 12 bulan,” ujar Lutfi.

Tapi, kalau Anda memiliki tiga anak atau lebih, dana yang disiapkan otomatis lebih besar lagi. Besaran tersebut dapat menjadi dana cadangan jika terjadi hal yang tak diinginkan dalam keluarga atau usaha. “Selisih yang cukup besar itu diasumsikan dapat menutupi kebutuhan ketika bisnis Anda surut sebelum balik modal,” tambah Lutfi.

2. Disiplin mengatur pembukuan keuangan. “Anda harus stick to the budget. Pisahkan uang untuk rumah tangga dan wirausaha agar pertumbuhan usaha dapat diketahui dengan mudah. Banyak sekali wirausahawan yang sulit mendisiplinkan diri, khususnya jika keuangan bisnis dan rumah tangga dipegang oleh orang yang sama,” papar Lutfi.

3. Siapkan asuransi primer. Menurut Lutfi, asuransi jiwa penting untuk penghasil keuangan utama dalam keluarga. “Jadi jika terjadi hal yang tidak diinginkan, ada biaya pertanggungan yang dapat membantu keuangan selanjutnya,” tambahnya. Selain itu, Anda juga harus menyiapkan asuransi kesehatan.

Namun di antara ketiganya, dana darurat tetap yang utama. Pasalnya, menurut Lutfi, ada kalanya Anda akan membutuhkan uang yang dapat digunakan dalam keadaan mendesak. “Contoh yang terburuk jika pasangan meninggal. Pencairan asuransi akan membutuhkan waktu. Ketika itulah dana darurat sangat diperlukan,” pungkasnya.


Jual Bantal Murah





Jual Bantal Murah - Kali ini tips dan cara bisnis akan mengulas sebuah entitas usaha UKM Spreishop.com yang telah memiliki pengalaman panjang sebagai grosir sprei murah di Jakarta. Dari sekian banyak produk berkualitas kelengkapan kamar tidur akan coba kami ketengahkan salah satu produknya adalah bantal murah.

Bantal dewasa ini memiliki varian yang sangat bermacam macam baik ukuran maupun jenisnya, bahkan begitu bervariasinya sehingga menghasilkan nama nama yang terbilang unik. Produk kelengkapan ruang tidur anda seperti bantal murah memiliki beragam nama 

  1. Bantal Cinta
  2. Bantal Poligami
  3. Bantal Donat
  4. Bantal Selimut
  5. Bantal Kursi

Peluang Usaha Jual Bantal Murah


Spreishop membuka peluang bagi anda yang juga ingin jual bantal murah karena di spreishop menerima agen/reseller di seluruh Indonesia. Biasanya bagi yang ingin menjadi reseller cukup dengan mendaftar sebesar Rp. 30.000,- maka anda akan dibekali katalog produk ekslusif dan anda sudah dapat mulai usaha jual bantal murah serta produk spreishop lainnya.

Bagi Anda yang kebetulan tinggal di luar Pulau Jawa, ini adalah kesempatan emas dikarenakan peluang usaha Jual Bantal Murah bisa berkembang dengan pesat hal ini dikarenakan produk ini diproduksi di Jakarta yang memungkinkan untuk mengakses harga bahan baku dengan murah.

Harga bantal murah dengan berbagai tipe ini dapat anda tanyakan atau kunjungi langsung situsnya

HP          : 0856 9771 3858
PIN BB   : 2A9966BF





Sekian dulu ulasan tips bisnis dari usaha Toko Online Spreishop yang Jual Bantal Murah silahkan bagi anda yang berminat berbisnis di bidang ini dapat menghubungi kontak diatas.

2013, Tahun Paling Tepat untuk Berwirausaha

Ketika dihadapkan pada uang yang banyak, ada orang yang menjadi optimis, tetapi ada juga yang malah pesimis, demikian menurut Yuswohadi, penulis buku Consumer 3000. Orang yang optimis akan memanfaatkan disposable income ini menjadi modal usaha, atau reksadana. Sedangkan orang yang pesimis biasanya hanya akan menyimpan uang ini dan tidak memanfaatkannya dengan baik.

Seorang yang optimis akan berpikir panjang dan merencanakan uang sisanya untuk membuat usaha. "Jangan tunda-tunda keinginan Anda untuk buka usaha. Karena tahun ini merupakan tahun yang tepat untuk membuka usaha," ungkap Yuswohadi, saat peluncuran portal entrepreneur di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Yuswohadi untuk bukunya, tahun ini (2013) merupakan tahun terbaik untuk merintis usaha sebagai wirausaha. Ia meramalkan bahwa tahun ini sampai lima tahun mendatang merupakan era revolusi entrepreneurship, khususnya di bidang Usaha Kecil Menengah (UKM). Hal ini disebabkan sekarang ini prosedur pendirian usaha cukup mudah dilakukan.
"Selain itu, beberapa tahun ke depan merupakan masa transisi ekonomi di mana semua orang ingin punya kebebasan finansial," tambahnya.

Melalui kebebasan finansial, masyarakat Indonesia, terutama anak mudanya, punya mimpi untuk bisa kaya, punya banyak waktu bebas, banyak uang, dan bisa pensiun dalam usia muda. Semua ini bisa dicapai dengan menjadi seorang wirausaha sejak muda.

Masyarakat dari golongan menengah dianggap paling berkembang karena sepertiga dari pendapatan mereka merupakan disposable income. Selain itu, tahun ini sangat baik untuk menjadi wirausaha karena adanya pergeseran mindset di masyarakat, khususnya anak muda. Ia mengungkapkan bahwa sekarang ini banyak orang yang berpikir bahwa menjadi seorang pengusaha lebih keren dibanding pekerja kantoran atau pegawai negeri.

Rp 100,000.00

Oka Wijiarto, Menikmati Kreasi Logam

Usaha logam yang kini dikelola Oka sudah ada sejak dia belum lahir. Pada tahun 1987, usaha itu memiliki nama UD Sinar Kencana. Awalnya, ayahnya, M Suwarto (71), merintis usaha logam sebagai pemasok komponen mesin pompa air untuk pertanian, pada dua perusahaan pembuatan mesin pompa air dan alat-alat pertanian. Hingga saat ini, posisi sebagai pemasok pada dua perusahaan itu masih berlanjut, di samping usaha pembuatan tangki untuk alat semprot pestisida.

Sejak SMA, Oka, warga Desa Tembok Banjaran, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, ini sudah turut membantu ayahnya mengelola usaha tersebut. Sebagai anak tunggal, dia ikut memasarkan produk yang dihasilkan orangtuanya ke beberapa wilayah di Brebes dan sekitarnya.
Selain menjadi pemasok komponen mesin pompa air, mulai tahun 2000 perusahaannya juga menghasilkan komponen tangki untuk alat semprot pestisida, seperti nozel dan keran.

”Pertama membuat komponen tangki untuk alat semprot pestisida pada tahun 2000. Dulu dipasarkan menggunakan sepeda motor di wilayah Tegal dan Brebes. Pasokan sekitar 500 unit per bulan untuk setiap komponen,” katanya. Saat ini, dia memasarkan sekitar 30.000 hingga 40.000 unit per bulan untuk setiap komponen. Sedikitnya tujuh komponen tangki alat semprot pestisida yang diproduksinya.

Tahun 2002, Oka mulai menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Dia memilih kuliah di Akademi Desain Visi Yogyakarta, dengan menempuh jurusan fotografi. Bersekolah di Yogyakarta dilakoninya hingga tahun 2007.

Selama kuliah, Oka memuaskan hasrat dan kegemarannya pada bidang fotografi. Dia juga bermain musik bersama teman-temannya, dalam aliran musik cadas. Meskipun memiliki tanggung jawab meneruskan usaha, dia tidak mengambil kuliah di bidang bisnis atau teknik.

”Saya kuliah disuruh senang-senang oleh Bapak,” katanya. Menurut dia, ayahnya memberikan kebebasan kepada dirinya untuk memilih kuliah karena meyakini bahwa ke mana pun perginya Oka, dia akan kembali ke usaha yang dirintis ayahnya juga.

Setelah lulus kuliah pada tahun 2007, Oka kembali ke Tegal. Saat itulah ide membuat tangki untuk alat semprot pestisida muncul. Selama ini, kebanyakan perusahaan logam di Jawa Tengah hanya membuat komponen alat.

Belum ada perusahaan yang membuat tangki untuk alat semprot pestisida, dari mulai proses pembuatan komponen hingga proses penyelesaian menjadi alat siap pakai. Oleh karena itu, Oka mulai membuatnya. Ide pembuatan tangki muncul dari ayahnya, sedangkan Oka yang mendesain bentuk tangki tersebut.

Dua produk
 
Uji coba-uji coba terus dia lakukan mulai tahun 2007. Akhirnya pada tahun 2009, produk tangki untuk alat semprot pestisida mulai diluncurkan. Oka membuat dua merek alat, yaitu Strong Arm dan Teratai, dengan masing-masing terdiri dari dua kapasitas, yaitu kapasitas 17 liter dan 14 liter.

Perbedaan dua merek itu terletak pada bahan baku yang digunakan. Merek Strong Arm menggunakan komponen kuningan, sedangkan Teratai menggunakan stainless steel sehingga harga Strong Arm pun lebih mahal apabila dibandingkan dengan merek Teratai. Harga alat tersebut berkisar Rp 360.000-Rp 460.000 per unit.

Saat pertama meluncurkan produk tangki tahun 2009, dia hanya memasarkan sekitar 50 unit. Seiring pemasaran yang semakin luas, saat ini penjualan tangki untuk alat semprot pestisida mencapai 800 unit per bulan. Tangki tersebut dipasarkan ke wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera, dan Sulawesi.

Menurut Oka, dia memilih tetap mengembangkan produk logam untuk alat pertanian karena sektor pertanian merupakan sektor yang akan terus hidup. Sepanjang manusia masih membutuhkan pangan, pertanian tetap ada.

Terbukti, permintaan akan tangki untuk alat semprot pestisida terus meningkat. Setiap tiga bulan sekali (setiap musim tanam), permintaan alat tersebut terus meningkat. Rata-rata, peningkatan permintaan pada setiap musim tanam sekitar 20 persen.

Bahkan, Oka sendiri belum bisa menentukan kebutuhan pasar yang sesungguhnya, terhadap produknya tersebut. Hal itu terjadi karena tambahan pasokan yang dia keluarkan selalu habis terserap pasar. Bulan berikutnya, ketika dia kembali menambah pasokan, tambahan pasokan itu juga habis terserap pasar.

Dari usahanya itu pula, dia tak sekadar mampu merekrut tenaga kerja, yang saat ini sekitar 80 orang. Namun, Oka juga menggandeng sekitar 11 usaha kecil untuk menjadi rekanan. Satu usaha kecil yang menjadi rekanannya mempekerjakan dua hingga tujuh tenaga kerja.

Meskipun bekerja tidak sesuai dengan bidang pendidikan yang ditempuhnya, Oka mengaku tetap gembira. Menurut dia, berkreasi bisa dilakukan di bidang apa pun. Bahkan dari kreasi itu pula, dia menghasilkan beberapa desain tangki, yang akhirnya memiliki nilai lebih jika dibandingkan desain tangki produk perusahaan lain.

Bagi dia, keuletan, kesabaran, dan pengembangan kreasi merupakan kunci dari keberhasilan suatu usaha. Sebagai penyeimbang hidup, hingga saat ini Oka tetap mengembangkan hobinya bermain musik cadas bersama kelompok bandnya.

Kini, Oka terus berobsesi untuk mengembangkan usaha. Dia ingin menembus pasar ekspor dan menguasai pasar dalam negeri. Salah satu upaya yang dia lakukan dalam waktu dekat adalah membuat lokasi usaha baru, untuk tempat perakitan tangki. 


Bisnis Properti Tak Punya Modal? "Ngutang" Sajalah....

Saat ini, jika status bisnis Anda baru dalam tahap merintis, kemungkinan bakal sulit mendapatkan kredit usaha dari bank. Tetapi, jangan khawatir, masih ada cara lain yang bisa digunakan untuk mulai bisnis sewa properti melalui kredit pemilikan rumah (KPR) atau apartemen (KPA), termasuk ruko dan rukan.

Untuk jenis kredit ini, persyaratannya relatif lebih mudah ketimbang kredit usaha. Maklum, kredit ini sifatnya memang konsumtif. Kekurangannya, Anda sulit mengajukan kredit dalam jumlah besar atau unit yang banyak karena keterbatasan plafon.

Di samping itu, bunga kreditnya juga lebih mahal. Bank biasanya mensyaratkan minimal satu tahun masa operasional usaha.

Syarat berikutnya umum diberlakukan adalah identitas suami atau istri, foto, surat keterangan usaha (SIUP) yang bisa diperoleh dari kantor kelurahan, surat agunan berupa sertifikat tanah, kendaraan bermotor, bangunan, dan seterusnya. Setelah semua persyaratan ini terpenuhi, Anda tinggal menyerahkan formulir pengajuan kredit ke bank untuk diproses.

Selanjutnya, tunggulah kedatangan petugas bank. Petugas bank biasanya datang untuk mewawancarai Anda. Misalnya, terkait kondisi modal saat ini, aset lancar, utang saat ini, jenis usaha, rencana pemasaran, pembukuan, lalu target omzet atau simulasi RoI dan sebagainya.

Evaluasi dan disiplin 

Setelah fasilitas kredit cair, jalankan segera rencana Anda. Jika perencanaan Anda jelas, terperinci, dan kuat, pembiayaan modal dengan utang seharusnya tidak menjadi masalah, bukan?

Freddy menambahkan, ada baiknya Anda melakukan evaluasi. Misalnya, apakah uang sewa sudah benar-benar mampu menutup cicilan pembiayaan properti Anda? Jika belum, berarti penghasilan bulanan Anda ikut membiayai cicilan properti. Nah, apakah jumlahnya wajar? Atau, malah mengganggu kebutuhan pasti rumah tangga Anda?

Hal lain harus diingat adalah pembiayaan properti merupakan utang jangka panjang. Karena itu, pastikan disiplin terhadap perencanaan keuangan Anda.

"Jangan sampai penghasilan bulanan malah terganggu untuk membayar utang atau biaya maintenance properti dan sebagainya di kemudian hari," tegas Freddy. (Ruisa Khoiriyah, Christine Novita Nababan)


Henny, Raup Omzet Ratusan Juta dari Abon Pedas

Abon cabai sudah tidak asing lagi di telinga para penggemar pedas di Tanah Air. Ya, makanan jenis ini sempat booming dua tahun silam. Salah satu produsen generasi awal yang hingga kini masih eksis memproduksi abon cabai adalah Henny Widjaja. Dengan mengusung merek Ninoy Abon Cabe, Henny sukses di bisnis makanan olahan.

Dalam sebulan, Henny mampu menjual 600 kilogram abon. Banderol harga yang ia pasang mulai dari Rp 35.000 untuk kemasan 100 gram (gr), Rp 80.000 untuk kemasan 250 gr, serta Rp 155.000 per 500 gr.

Abon buatan Henny yang memiliki tujuh varian rasa ini lebih banyak dijual melalui sistem keagenan. Saat ini Henny memiliki lebih dari 50 agen yang aktif. Agen-agen Ninoy itu tersebar di beberapa wilayah Indonesia, dengan Jakarta sebagai pasar terbesar.

Perempuan kelahiran Jakarta, 21 Juli 1974, ini menuturkan, melalui tangan para agen, Ninoy Abon Cabe bisa sampai ke negara-negara Eropa, Korea Selatan, dan Dubai. Tidak sedikit juga buyer besar yang datang langsung ke Henny. “Saya itu tidak pernah belajar mengolah pangan. Dari kecil justru belajar salon,” ujar ibu dari Josua ini.
Sejak umur 11 tahun, Henny sudah mahir memotong rambut. Maklum, sang ibu memang memiliki usaha salon.

Setelah lulus SMA, Henny kebagian sampur meneruskan usaha salon. Tak tanggung-tanggung, Henny belajar tata rambut hingga ke Inggris. Seusai sekolah, Henny pun berbisnis salon selama empat tahun. “Ternyata, mama pengin saya kuliah. Akhirnya tahun 1996, saya berangkat ke Australia,” kenangnya. Dia kuliah mengambil program diploma jurusan Manajemen Bisnis.

Sebulan di Negeri Kanguru, Henny mencoba melamar menjadi penata rambut di sebuah salon. “Untung saya mengantongi sertifikat kursus rambut dari Inggris. Syarat menjadi hair stylist di Australia adalah memiliki sertifikat,” tutur dia.

Setelah lulus kuliah, tahun 2000 Henny pulang ke Indonesia. “Saya tidak bekerja berdasarkan ijazah kuliah. Pulang ke Indonesia, ya, kerja di salon lagi,” ujar Henny sambil tertawa.
Henny bekerja di Cay-cay Salon Jakarta. Di tempatnya bekerja, Henny mendapat tugas di luar. Antara lain ke stasiun televisi RCTI untuk merias para presenter. Oleh manajemen salon, Henny lebih sering tugas ke luar salon untuk make up para rekanan.

Akhirnya, Henny memilih mengundurkan diri dan bekerja sebagai freelancer di Cay-cay Salon. Sebagai freelance, tentu pendapatan Henny tidak tetap. Henny pun membuka warung makan sederhana di area rumahnya di Semanggi, Jakarta. Dia juga membuka warung rokok dan usaha laundry kiloan. “Karena saya cuma tinggal bersama anak, ya, beberapa ruangan rumah kami sulap menjadi enam kamar kos,” ujar dia.
Kehilangan pembeli

Henny menjalankan semua usaha itu sembari tetap menjadi penata rias. Bahkan, dia sempat dikirim ke Spanyol untuk belajar oleh sebuah perusahaan nail art. Henny terikat kontrak sebagai pengajar di perusahaan nail art tersebut selama setahun. Selepas dari situ, dia mendapat tawaran menjadi figuran film layar lebar berjudul Arisan. “Pokoknya menjadi jarang di rumah. Hingga akhir 2008, saya diberi sambal oleh teman dari Bandung,” kata dia.

Sebagai penggemar sambal kelas berat, Henny berusaha meniru sambal dari sang teman. Namun, karena basah, sambal itu benyek bila dibawa bepergian, Henny pun bereksperimen untuk mengeringkan cabai-cabai basah lantas membumbuinya hingga menjadi abon yang kering bila dibawa bepergian.

Awalnya, Henny hanya membuat 1 kg, yang dibagikan ke teman-temannya. Lantas, ia membuat lebih banyak lagi, 5 kg, dan dijual di warung makannya. “Anak-anak kos pada suka. Saya juga bawa makanan ini ke Bandung, teman saya pun bantu jual,” kenang dia.
Produksi pun meningkat menjadi 50 kg, dibantu anak kosnya, Henny menjual produk ini melalui Kaskus, dan berhasil. Produksi terus meningkat hingga berhasil menambah karyawan dan produksi. Henny pun menawarkan kerja sama keagenan untuk memperbesar penjualan. Nilai belanja awal tiap agen minimal 15 kg.  Abon Cabe Ninoy pun booming. Selama 2011, penjualan bisa mencapai 1.000 kg per bulan.

Namun, sukses berbuntut kehadiran pengekor. Henny harus menerima kenyataan usahanya ditiru orang. “Pebisnis rumahan bermunculan membuat abon cabai. Awal tahun lalu, bahkan ada pabrik yang membuat abon. Tak bisa dipungkiri omzet kami turun,” kata dia.

Pernah, penjualan hanya 60 kg sebulan. Selain pesaing yang bermunculan, banyak agen yang pindah ke lain merek. “Saya tidak bisa memaksa agen untuk terus bersama saya. Akhirnya kami bisa bangkit lagi, dan sudah bisa menjual 600 kg per bulan. Konsumen dan agen lama kembali lagi karena memang abon cabai kami punya kualitas,” terang dia.

Sejak tahun lalu, Henny menjual produknya di jaringan swalayan yang mengincar konsumen kelas menengah atas. (Fransiska Firlana)